Gejala Thypus

 

Biasanya pada penderita thypus, ia akan mengalami demam. Demam yang timbul mirip dengan gejala yang timbul pada waktu demam pilek. Namun demam thypus muncul pada sore dan malam hari serta panas itu sukar turun kembali, meski telah diberi obat.

Rasa nyeri kepala hebat sekali tapi tidak disertai dengan batu. Perut juga terasa tidak enak dan tidak bisa BAB beberapa hari.
Setelah kuman menyerang timbul demam, suhu tubuh mendadak turun dikira sudah sembuh, namun denyut nadi masih tinggi serta diikuti rasa mulas dan melilit-lilit, penderita mengeluh kesakitan. Kondisi seperti ini memerlukan segera bantuan karena itu penderita harus dikirim ke UGD (Unit Gawat darurat) rumah sakit, sebab isis usus keluar dan masuk ke rongga perut, yang harus segera dibersihkan.
Pada peranthypus (jenis tipus yang lebih ringan) sesekali penderita mengalami buang air. Lidah nampak berselaput putih susu dan bagian tepinya kelihatan agak merah, bibir kering, dan kondisi fisik lemah. Jika sudah tahap lanjut muncul gejala kuning, sebab pada thypus ini, organ hati dna limpa juga membengkak seperti pada gejala hepaitits.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Vaksinasi Demam Tifoid

Tifus merupakan penyakit peradangan pada usus yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi yang tertular lewat makanan dan minuman yang airnya terinfeksi bakteri. Kuman ini masuk melalui mulut dan menyebar ke lambung lalu ke usus halus. Bakteri ini memperbanyak diri di dalam usus.

Gejala-Gejala Tifus

- Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi.

- Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala

- Infeksi tenggorokan

- Rasa tidak enak di perut

- Sembelit atau terkadang sulit buang air besar

- Diare

Vaksinasi Demam Tifoid

Imunisasi ini diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif terhadap penyakit demam tifoid, yaitu sehari-hari dikenal sebagai penyakit tifus. Vaksinasi ini tidak dimasukkan ke dalam prioritas Program Pengembangan Imunisasi DEPKES walaupun kejadian penyakit ini di Indonesia masih tinggi, yaitu berkisar antara 360 sampai 810 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Kebijakan ini didasarkan pertimbangan karena penyakit tersebut pada anak tidak berbahaya, dan jarang menimbulkan komplikasi. Berlainan sekali dengan orang dewasa yang tidak jarang dapat menimbulkan kematian. Namun demikian, tetap dianjurkan memberikan imunisasi tifus pada anak.

Dulu dikenal vaksin tipa yang mengandung bakteri Salmonella typhii dan Salmonella paratyphi A-B-C yang telah dimatikan dengan bantuan kimia. Tetapi, vaksin tipa sudah ditarik dari peredaran karena efek sampingnya.

Pada saat ini beredar 2 jenis vaksin demam tifoid, yaitu vaksin oval (Vivitif) dan vaksin suntikan (Typhim Vi). Vaksin oral diciptakan pada awal tahun 1970 dan tersedia dalam bentuk kapsul yang mengandung kuman Salmonella typhii yang telah dilemahkan dengan bantuan kimia. Sedangkan vaksin suntikan dikemas dalam satu semeprit dan mengandung antigen polisakarida Vi yang merupakan komponen kuman yang ganas.

Posted in Penyakit Typus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tifus Pada Anak

Demam tifoid atau tifus abdominalis merupakan penyakit infeksi perut yang masih banyak ditemukan pada anak dan orang dewasa. Penyakit ini mulai sering ditemukan pada anak setelah usia 2 tahun. Tifus abdominalis adalah infeksi yang mengenai usus halus, disebabkan oleh kuman Salmonella typhosa. Penularannya melalui makanan dan air minum yang tercemar oleh kuman tifus. Dengan pengobatan yang tepat penyakit ini dapat disembuhkan, komplikasi biasanya timbul bila pengobatan terlambat diberikan.

Gejala Tifus

Berikut ini adalah gejala-gejala tifus :

1. Demam lebih dari 1 minggu yang biasanya dimulai dengan demam ringan, yang berangsur-angsur meningkat, biasanya demam turun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Bila penyakit berlanjut, demam akan terjadi terus-menerus baik pagi, siang, atau malam.

2. Gangguan pada saluran pencernaan dapat berupa diare atau sembelit

3. Anak tampak lemah, lesu, tidak mau bermain dan tidak mau makan

4. Nafas berbau tidak sedap

5. Bibir kering dan pecah-pecah

6. Lidah putih kotor (coated tongue)

7. Ujung dan tepi lidah kemerahan

Biasanya jika anak telah mengalami panas lebih dari 5 hari, demam naik-turun, dan suhu tubuh di malam hari lebih tinggi daripada siang hari, dokter akan menduga adaya demam tifoid karena penyakit ini sering ditemukan di Indonesia. Namun, untuk memastikan apakah ini demam tifoid atau penyakit lainnya, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Bila pemeriksaan laboratorium mendukung adanya infeksi salmonella, dokter akan memberikan pengobatan untuk tifus yang harus diberikan sampai selesai. Ikutilah dengan tepat pengobatan itu sesuai petunjuk dokter. Dengan pengobatan yang tepat biasanya demam mulai turun setelah 3 hari pengobatan, bila tidak ada komplikasi. perlu diingat bahwa obat harus diminum sampai selesai atau sampai habis sesuai petunjuk dokter.

Komplikasi jarang terjadi tetapi dapat berakibat fatal. Bila pengobatan terlambat, kuman salmonella yang berdiam di usus halus akan beredar ke dalam darah dan menyebabkan infeksi organ tubuh lainnya (biasanya selaput otak dan paru-paru) atau menyebabkan terjadinya kebocoran usus yang menyebabkan perdarahan dalam rongga perut sehingga proses penyembuhan semakin lama.

Penanganan Tifus

Penanganan yang dapat dilakukan adalah :

- Istirahat irah-baring

- Habiskan antibotika yang diresepkan sampai tuntas sesuai petunjuk dokter

- Atasi demam dengan obat penurun panas

- Diet makan lunak seperti bubur atau nasi lembek

- Hindari makanan yang merangsang seperti asam, banyak serat, cabe

Posted in Penyakit Typus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Typus Abdominal

Demam tifoid atau typhoid fever atau typhus abdominalis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhii. Salmonella typhii adalah kuman gram negatif berbentuk batang yang hidup, fakultatif anaerob. Demam tifoid ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi Salmonella typhii. Saat S. typhii berkembang biak dan masuk ke dalam aliran darah. Tubuh akan bereaksi dan timbullah demam dan gejala lain seperti nyeri pada perut, nafsu makan menurun, sakit kepala dan lain-lain. Kadang dapat terlihat bintik kemerahan (Rose’s spot).

Pemeriksaan penunjang diagnostik yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah (Widal) dan tinja. Komplikasi yang dapat ditimbulkan adalah pecahnya usus. Tata laksana yang dapat dilakukan meliputi istirahat total, pemberian obat penurunan panas dan antibiotik seperti Kloramfenikol, Ampisillin, dan Siprofloksasin. Saat ini, pencegahan untuk penyakit ini dapat dilakukan dengan vaksinasi.

Vaksinasi Tifus Abdominalis

Penyakit tifus abdominalis adalah penyakit yang ditularkan melalui makanan. Bibit penyakitnya yaitu Salmonella typhii menyebar dari orang ke orang melalui makanan para juru masaknya atau penjual makanan. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi tifus, yang khusus mengantispasi penyakit tifus abdominalis yang disebabkan oleh Salmonella typhii

Dalam membuat vaksin untuk penyakit tifus abdominalis, para ahli mengambil komponen antigen dari bakteri Salmonella typhii. Salmonella typhii terdiri dari 3 struktur antigennya yaitu antigen O, antigen H dan antigen kapsul atau disebut dengan antigen Vi. Antigen Vi adalah suatu unsur polisakarida yang bertanggung jawab terhadap keganasan bakteri ini. Sayangnya pada Salmonella paratyphi A dan B, antigen Vi ini tidak ada, sehingga untuk kedua jenis kuman ini yang mengakibatkan tifus dengan tipe yang berbeda, vaksin ini belum bisa mencegahnya. Untunglah penyakit tifus yang disebabkan oleh kedua kuman paratipi tersebut adalah yang jarang dan kurang fatal dibandingkan yang disebabkan oleh Salmonella typhii.

Vaksin diperlukan karena penyakit tifus abdominalis tidak seperti penyakit cacar air atau hepatitis misalnya, tidak akan membentuk kekebalan baik yang sementara ataupun menetap setelah kita sembuh dari sakit. Meskipun level antibodi (anti-H, anti-O, dan anti-Vi) tinggi pada saat sakit tersebut.

Posted in Penyakit Typus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment